Uji korelasi adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara dua variabel. Uji korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen. Dalam uji korelasi, terdapat koefisien korelasi yang menunjukkan seberapa kuat hubungan antara dua variabel. Koefisien korelasi berkisar antara -1 hingga 1. Jika koefisien korelasi mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel sangat kuat dan positif. Sebaliknya, jika koefisien korelasi mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel sangat kuat dan negatif. Jika koefisien korelasi mendekati 0, maka tidak ada hubungan yang kuat antara kedua variabel.
Dalam dunia statistik, salah satu teknik yang paling umum digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel numerik adalah uji korelasi pearson. Teknik ini didasarkan pada penghitungan koefisien korelasi Pearson yang mengukur seberapa erat hubungan linier antara dua variabel. Koefisien Korelasi Pearson didefinisikan sebagai ukuran seberapa kuat hubungan linier antara dua variabel. Nilai koefisien ini berkisar antara -1 hingga 1, dengan nilai 1 menunjukkan hubungan positif sempurna, sedangkan nilai -1 menunjukkan hubungan negatif sempurna. Jika koefisien dekat dengan nol, maka tidak ada hubungan linier yang signifikan antara dua variabel tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa koefisien korelasi pearson hanya mengukur hubungan linier antara dua variabel. Jika hubungan antara kedua variabel tidak linier, maka koefisien ini tidak akan memberikan informasi yang akurat. Sebelum melakukan uji korelasi pearson, ada asumsi dasar yang harus terpenuhi yaitu normalitas data. Jika asumsi dasar tidak terpenuhi, maka hasil uji korelasi pearson mungkin tidak akurat.
Dalam kesimpulannya, uji korelasi Pearson adalah salah satu teknik yang paling umum digunakan dalam statistik untuk mengukur hubungan antara dua variabel numerik (data interval dan rasio). Meskipun koefisien korelasi pearson dapat memberikan informasi yang berguna tentang hubungan antara dua variabel, penting untuk diingat bahwa koefisien ini hanya mengukur hubungan linier dengan distribusi data yang normal.
Interpretasi Output Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov:
Diketahui nilai Asypm. Sig semua variabel lebih besar dari 0.05 (>0.05) maka bisa ditarik kesimpulan bahawa variabel yang digunakan memiliki distribusi data yang normal, maka dari itu asumsi normalitas data dinyatakan sudah terpenuhi dan bisa lanjut melakukan uji korelasi pearson.