Uji Two Way ANOVA bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kelompok yang dipengaruhi oleh 2 variabel faktor. Uji Two Way ANOVA bisa juga disebut dengan Uji ANOVA 2 Faktor. Uji Two Way ANOVA merupakan bagian dari Statistik Parametrik.
Syarat dilakukannya Uji Two Way ANOVA :
Uji Two-Way ANOVA adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Metode ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap variabel dependen, serta apakah ada interaksi antara faktor-faktor tersebut. Two-Way ANOVA adalah alat analisis yang berguna dalam penelitian yang melibatkan dua faktor atau lebih yang berpotensi mempengaruhi suatu hasil atau peristiwa. Metode ini membantu kita memahami sejauh mana faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi terhadap perbedaan yang diamati pada variabel dependen.
Dalam Two-Way ANOVA, kita memiliki variabel dependen yang merupakan variabel yang kita ingin analisis, serta dua variabel independen yang disebut sebagai faktor-faktor. Salah satu tujuan dari Two-Way ANOVA adalah untuk mengidentifikasi apakah ada perbedaan yang signifikan dalam variabel dependen berdasarkan kombinasi faktor-faktor yang ada. Selain itu, Two-Way ANOVA juga memungkinkan kita untuk memahami apakah ada interaksi antara faktor-faktor yang sedang diteliti. Interaksi terjadi ketika pengaruh dua faktor bersama-sama mempengaruhi variabel dependen dengan cara yang berbeda dari pengaruh mereka secara individual. Analisis interaksi ini memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana faktor-faktor saling berinteraksi dan bagaimana pengaruh mereka dapat berubah dalam kombinasi tertentu.
KELEBIHAN & KEKURANGAN UJI TWO WAY ANOVA
Uji TWO WAY ANOVA memiliki beberapa kelebihan, diantaranya :
Selain memiliki kelebihan, Uji TWO WAY ANOVA juga memiliki kekurangan, diantaranya :
Contoh kasus yang digunakan dalam tulisan ini adalah dimana seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam penggunaan jam kerja/bulan berdasarkan jenis kelamin dan jenis pekerjaan pada masyarakat di Kota Pati, Jawa Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan 30 anggota sampel yang dipilih secara acak. Variabel faktor yang digunakan yaitu Jenis Kelamin dan Jenis Pekerjaan, dimana variabel jenis kelamin memiliki 2 kategori (laki-laki dan perempuan), sedangkan Variabel Jenis Pekerjaan juga memiliki 2 kategori yaitu Employe dan Self Employe.
Diketahui nilai Sig. Shapiro Wilk Variabel Standardized Residual sebesar 0.780 (>0.05) maka bisa disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal dengan kata lain asumsi uji normalitas sudah terpenuhi. Penggunaan uji normalitas shapiro wilk dikarenakan jumlah data yang dipakai kurang dari 50 (<50). Setelah mengetahui bahwasanya asumsi normalitas data telah terpenuhi, maka bisa lanjut ke Uji TWO WAY ANOVA. Apabila ada data yang tidak berdistribusi secara normal, bisa menggunakan transformasi data.
Output ini hanya menjelaskan nilai rerata variabel dependen dari kedua faktor. Bisa dilihat nilai rerata Employee laki-laki sebesar 169,44 dan nilai rerata Self Employee laki-laki sebesar 101,43. Sedangkan nilai rerata Employee perempuan sebesar 162,17 dan nilai rerata Self Employee perempuan sebesar 116,88.
Diketahui nilai Sig. Based On Mean sebesar 0.872 (>0.05) maka bisa disimpulkan bahwa Varian Data Homogen, artinya asumsi uji homogenitas sudah terpenuhi.
Diketahui Nilai Sig. pada Variabel jenis Kelamin sebesar 0.440, nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (0.440 > 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan penggunaan jam kerja berdasarkan jenis kelamin. Selanjutanya untuk Variabel Jenis Pekerjaan memiliki nilai Sig. sebesar 0.000, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0.000 < 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan secara signifikan penggunaan jam kerja berdasarkan jenis pekerjaan. Lalu untuk variabel interaksi memiliki nilai Sig. sebesar 0.038, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0.038 < 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada interaksi antara jenis kelamin dengan jenis pekerjaan dalam penggunaan jam kerja.