Uji korelasi adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara dua variabel. Dalam uji korelasi, terdapat koefisien korelasi yang menunjukkan seberapa kuat hubungan antar variabel. Ada beberapa metode uji korelasi, salah satunya yaitu Uji Korelasi Gamma atau Uji Korelasi Somers d. Uji korelasi gamma adalah salah satu metode statistik non-parametrik yang sering digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang berskala data ordinal. Maka dari itu skala data yang digunakan dalam korelasi gamma yaitu data ordinal.
Pada dasarnya, korelasi adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur seberapa dekat hubungan antara dua variabel. Dalam korelasi gamma, variabel yang digunakan adalah dua variabel ordinal, yang mengandung nilai diskrit yang berurutan. Contohnya adalah kelas sosial, tingkat pendidikan, atau usia. Koefisien korelasi gamma atau nilai gamma berkisar antara -1 dan +1, dengan nilai 0 menunjukkan tidak adanya korelasi. Nilai gamma positif menunjukkan korelasi positif, sedangkan nilai gamma negatif menunjukkan korelasi negatif.
Uji korelasi adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara dua variabel. Dalam uji korelasi, terdapat koefisien korelasi yang menunjukkan seberapa kuat hubungan antar variabel. Ada beberapa metode uji korelasi, salah satunya yaitu Uji Korelasi Gamma atau Uji Korelasi Somers d. Uji korelasi gamma adalah salah satu metode statistik non-parametrik yang sering digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang berskala data ordinal. Maka dari itu skala data yang digunakan dalam korelasi gamma yaitu data ordinal.
Pada dasarnya, korelasi adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur seberapa dekat hubungan antara dua variabel. Dalam korelasi gamma, variabel yang digunakan adalah dua variabel ordinal, yang mengandung nilai diskrit yang berurutan. Contohnya adalah kelas sosial, tingkat pendidikan, atau usia. Koefisien korelasi gamma atau nilai gamma berkisar antara -1 dan +1, dengan nilai 0 menunjukkan tidak adanya korelasi. Nilai gamma positif menunjukkan korelasi positif, sedangkan nilai gamma negatif menunjukkan korelasi negatif.
BERIKUT CARA UJI KORELASI GAMMA DI SPSS
Siapkan tabulasi data di Excel, lalu input data atau masukan data ke SPSS pada Page Data View.
Jangan lupa isikan juga pada Page Variable View.
Jangan lupa isikan Value Label pada tiap variabel, dimana dalam tulisan ini penulis menggunakan 3 kategori tiap variabel dalam Value Label yaitu buruk, sedang dan baik.
Masukan Variabel Mutu Pelayanan Keperawatan ke kolom Row(s) dan Variabel Mutu Pelayanan Rumah Sakit ke kolom Column(s) lalu pilih Statistics.
Selanjutnya Ceklis Gamma lalu Continue dan OK.
Keluar Output SPSS untuk Uji Korelasi Gamma :
Kriteria Pengujian Uji Korelasi Gamma :
Nilai Approximate Significance > 0.05 berkesimpulan Tidak Ada Hubungan Secara Signifikan
Nilai Approximate Significance < 0.05 berkesimpulan Ada Hubungan Secara Signifikan
Interpretasi Output Uji Korelasi Gamma:
Diketahui nilai Approximate Significance sebesar 0.027 (<0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara variabel mutu pelayanan keperawatan dengan mutu pelayanan rumah sakit. Nilai koefisien korelasi yang di dapat sebesar 0.358 maka bisa diartikan bahwa kekuatan hubungan antar variabel lemah, meskipun arah hubungannya positif atau searah.
BERIKUT ACUAN/PEDOMAN DERAJAT HUBUNGAN KOEFISIEN KORELASI :