Uji korelasi adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara dua variabel. Dalam uji korelasi, terdapat koefisien korelasi yang menunjukkan seberapa kuat hubungan antar variabel. Ada beberapa metode uji korelasi, salah satunya yaitu Uji Korelasi Kontingensi. Uji korelasi kontingensi adalah salah satu metode statistik non-parametrik yang sering digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang berskala data kategorikal.
Uji korelasi kontingensi adalah salah satu teknik statistik yang umum digunakan untuk menentukan hubungan antara dua variabel kategorikal. Teknik ini berguna untuk mengidentifikasi hubungan yang mungkin ada antara variabel, seperti perilaku merokok dan statust fertilitas, serta dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
Pada dasarnya, uji korelasi kontingensi dilakukan dengan membuat tabel kontingensi yang menggambarkan hubungan antara dua variabel kategorikal. Setiap sel di dalam tabel menunjukkan jumlah pengamatan yang memiliki kombinasi tertentu dari kedua variabel. Setelah tabel kontingensi dibuat, kita dapat menghitung nilai Approximate Significance untuk menentukan apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut.
Nilai Approximate Significance yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan tingkat signifikansi dari hubungan antara kedua variabel. Jika nilai Approximate Significance lebih kecil dari Alpha yang telah ditentukan, maka kita bisa menyimpulkan bahwa ada hubungan antara kedua variabel tersebut.
Selain itu, koefisien kontingensi atau phi juga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan hubungan antara dua variabel. Koefisien kontingensi cocok digunakan untuk tabel kontingensi yang besar, sedangkan koefisien phi cocok untuk tabel kontingensi yang kecil.
Dalam kesimpulannya, uji korelasi kontingensi adalah teknik statistik yang bermanfaat untuk menentukan hubungan antara dua variabel kategorikal. Prosesnya melibatkan pembuatan tabel kontingensi, perhitungan nilai Approximate Significance, dan kemudian menentukan tingkat signifikansi atau koefisien kontingensi atau phi.
BERIKUT CARA UJI KORELASI KONTINGENSI DI SPSS
Siapkan tabulasi data di Excel, lalu input data atau masukan data ke SPSS pada Page Data View.
Jangan lupa isikan juga pada Page Variable View.
Jangan lupa isikan Value Label pada tiap variabel, variabel pertama yaitu Perilaku Merokok dengan 2 kategori yaitu merokok dan tidak merokok. Lalu untuk variabel kedua yaitu Status Fertilitas dengan 2 kategori juga yaitu tidak subur dan subur.
Jangan lupa isikan Value Label pada tiap variabel, variabel pertama yaitu Perilaku Merokok dengan 2 kategori yaitu merokok dan tidak merokok. Lalu untuk variabel kedua yaitu Status Fertilitas dengan 2 kategori juga yaitu tidak subur dan subur.
Masukan Variabel Perilaku Merokok ke kolom Row(s) dan Variabel Status Fertilitas ke kolom Column(s) lalu pilih Statistics.
Selanjutnya Ceklis Contingency Coefficient lalu Continue dan OK.
Keluar Output SPSS untuk Uji Korelasi Kontingensi :
Kriteria Pengujian Uji Korelasi Kontingensi :
Nilai Approximate Significance > 0.05 berkesimpulan Tidak Ada Hubungan Secara Signifikan
Nilai Approximate Significance < 0.05 berkesimpulan Ada Hubungan Secara Signifikan
Interpretasi Output Uji Korelasi Kontingensi:
Diketahui nilai Approximate Significance sebesar 0.000 (<0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara variabel perilaku merokok dengan status fertilitas. Nilai koefisien korelasi yang di dapat sebesar 0.430 maka bisa diartikan bahwa kekuatan hubungan antar variabel sedang atau cukup, dengan arah hubungan yang positif atau searah.
BERIKUT ACUAN/PEDOMAN DERAJAT HUBUNGAN KOEFISIEN KORELASI :