UJI TWO WAY ANOVA

KONSEP DASAR UJI TWO WAY ANOVA

Uji Two Way ANOVA bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kelompok yang dipengaruhi oleh 2 variabel faktor. Uji Two Way ANOVA bisa juga disebut dengan Uji ANOVA 2 Faktor. Uji Two Way ANOVA merupakan bagian dari Statistik Parametrik.

Syarat dilakukannya Uji Two Way ANOVA :

  • Sampel berasal dari kelompok Independen.
  • Variabel Faktor bersifat Non Metrik (Data Kategori).
  • Nilai Residual Standard berdistirubusi Normal.
  • Varian data antar kelompok harus Homogen.
  • Variabel dependen berskala data kuantitatif (Interval/rasio)
  • Jenis data yang digunakan : Kategorik dengan Numerik

Uji Two-Way ANOVA adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Metode ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap variabel dependen, serta apakah ada interaksi antara faktor-faktor tersebut. Two-Way ANOVA adalah alat analisis yang berguna dalam penelitian yang melibatkan dua faktor atau lebih yang berpotensi mempengaruhi suatu hasil atau peristiwa. Metode ini membantu kita memahami sejauh mana faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi terhadap perbedaan yang diamati pada variabel dependen.

Dalam Two-Way ANOVA, kita memiliki variabel dependen yang merupakan variabel yang kita ingin analisis, serta dua variabel independen yang disebut sebagai faktor-faktor. Salah satu tujuan dari Two-Way ANOVA adalah untuk mengidentifikasi apakah ada perbedaan yang signifikan dalam variabel dependen berdasarkan kombinasi faktor-faktor yang ada. Selain itu, Two-Way ANOVA juga memungkinkan kita untuk memahami apakah ada interaksi antara faktor-faktor yang sedang diteliti. Interaksi terjadi ketika pengaruh dua faktor bersama-sama mempengaruhi variabel dependen dengan cara yang berbeda dari pengaruh mereka secara individual. Analisis interaksi ini memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana faktor-faktor saling berinteraksi dan bagaimana pengaruh mereka dapat berubah dalam kombinasi tertentu.

KELEBIHAN & KEKURANGAN UJI TWO WAY ANOVA

Uji TWO WAY ANOVA memiliki beberapa kelebihan, diantaranya :

  1. Kemampuan menganalisis interaksi: Two-Way ANOVA dapat mengidentifikasi adanya interaksi antara faktor-faktor independen. Hal ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor saling berinteraksi dan mempengaruhi variabel dependen.
  2. Analisis yang komprehensif: Uji Two-Way ANOVA memungkinkan pengujian simultan terhadap dua atau lebih faktor independen. Dengan demikian, kita dapat mengevaluasi pengaruh masing-masing faktor secara individual dan dalam kombinasi mereka.
  3. Penilaian signifikansi statistik: Uji Two-Way ANOVA memberikan nilai p-value yang menunjukkan signifikansi statistik dari pengaruh faktor-faktor independen terhadap variabel dependen. Hal ini membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan bukti statistik yang kuat.

Selain memiliki kelebihan, Uji TWO WAY ANOVA juga memiliki kekurangan, diantaranya :

  1. Asumsi normalitas dan homogenitas: Two-Way ANOVA membutuhkan asumsi normalitas dan homogenitas varians. Jika data tidak memenuhi asumsi ini, hasil analisis dapat menjadi tidak valid. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa data memenuhi asumsi sebelum menjalankan analisis.
  2. Tidak cocok untuk data kategori atau ordinal: Two-Way ANOVA cocok untuk variabel dependen yang bersifat kontinu. Jika variabel dependen adalah data kategori atau ordinal, metode analisis lain yang sesuai harus dipertimbangkan.
  3. Tidak memperhitungkan faktor-faktor lain: Two-Way ANOVA hanya mempertimbangkan pengaruh dua faktor independen terhadap variabel dependen. Faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh pada variabel dependen tidak diperhitungkan dalam analisis ini.

Contoh kasus yang digunakan dalam tulisan ini adalah dimana seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam penggunaan jam kerja/bulan berdasarkan jenis kelamin dan jenis pekerjaan pada masyarakat di Kota Pati, Jawa Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan 30 anggota sampel yang dipilih secara acak. Variabel faktor yang digunakan yaitu Jenis Kelamin dan Jenis Pekerjaan, dimana variabel jenis kelamin memiliki 2 kategori (laki-laki dan perempuan), sedangkan Variabel Jenis Pekerjaan juga memiliki 2 kategori yaitu Employe dan Self Employe.

BERIKUT CARA UJI TWO WAY ANOVA DI SPSS:

  • Siapkan tabulasi data di Excel, lalu input data atau masukan data ke SPSS pada Page Data View.
  • Jangan lupa isikan juga pada Page Variable View.
  • Isikan juga pada Value Label di Variabel Jenis Kelamin, Value 1 untuk laki-laki dan Value 2 untuk perempuan, lalu pilih OK.
  • Jangan lupa Isikan juga pada Value Label di Variabel Jenis Pekerjaan, Value 1 untuk Employee dan Value 2 untuk Self Employee, lalu pilih OK.
  • Selanjutnya munculkan Variabel baru yaitu Standardized Residual, tujuannya untuk dilakukan uji normalitas pada variabel tersebut, karena dalam Uji Two Way ANOVA yang di analisis normalitas data yaitu variabel Standardized Residual. Caranya pilih Analyze – General Linear Model – Univariate.
  • Muncul Kotak Dialog, seperti ini :
  • Masukkan Variabel Jenis Kelamin dan Jenis Pekerjaan ke kolom Fixed Factor(s) dan Variabel Jam Kerja/Bulan ke kolom Dependent Variable.
  • Selanjutnya pilih Save, lalu ceklis Standardized Residual, Continue dan Ok.
  • kan muncul variabel baru di Data View SPSS, yaitu Variabel Standardized Residual, nah variabel tersebut lah yang akan di analisis uji normalitas dalam Two Way ANOVA.
  • Selanjutnya melakukan Uji Normalitas, dengan cara pilih Analyze – Descriptive Statistics – Explore.
  • Muncul kotak dialog Uji Normalitas, seperti ini :
  • Masukan Variabel Standardized Residual ke kolom Dependent List
  • Selanjutnya pilih Plots, Ceklis Normality Plots With Test lalu pilih Continue dan OK.
  • Keluar Output SPSS untuk Uji Normalitas :
  • Kriteria Pengujian Uji Normalitas :
  • Nilai Shapiro Wilk > 0.05 berkesimpulan Data berdistribusi Normal atau asumsi Uji Normalitas terpenuhi.
  • Nilai Shapiro Wilk < 0.05 berkesimpulan Data berdistribusi tidak Normal atau asumsi Uji Normalitas tidak terpenuhi.
  • Interpretasi Output Uji Normalitas :

Diketahui nilai Sig. Shapiro Wilk Variabel Standardized Residual sebesar 0.780 (>0.05) maka bisa disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal dengan kata lain asumsi uji normalitas sudah terpenuhi. Penggunaan uji normalitas shapiro wilk dikarenakan jumlah data yang dipakai kurang dari 50 (<50). Setelah mengetahui bahwasanya asumsi normalitas data telah terpenuhi, maka bisa lanjut ke Uji TWO WAY ANOVA. Apabila ada data yang tidak berdistribusi secara normal, bisa menggunakan transformasi data.

  • Selanjutnya melakukan Uji TWO WAY ANOVA, dengan cara pilih Analyze – General Linear Model – Univariate
  • Muncul kotak dialog Uji TWO WAY ANOVA, tapi sebelum melakukan analisis data, alangkah baiknya kita RESET dulu, agar kita bisa mulai dari awal.
  • Kotak Dialog awal dari Uji Two Way ANOVA, seperti ini :
  • Masukan Variabel Jam Kerja/Bulan ke kolom Dependen List, lalu Jenis Kelamin dan Jenis Pekerjaan ke Factor List.
  • Selanjutnya pilih Options, ceklis Deskriptive Statistics (untuk memunculkan Output Statistik Deskriptif) dan ceklis Homogenrity Test (untuk memunculkan Output Uji Homogenitas), lalu Continue dan OK.
  • Keluar Output Statistik Deskriptif :
  • Interpretasi Uji Statistik Deskriptif :

Output ini hanya menjelaskan nilai rerata variabel dependen dari kedua faktor. Bisa dilihat nilai rerata Employee laki-laki sebesar 169,44 dan nilai rerata Self Employee laki-laki sebesar 101,43. Sedangkan nilai rerata Employee perempuan sebesar 162,17 dan nilai rerata Self Employee perempuan sebesar 116,88.

  • Keluar Output SPSS untuk Uji Homogenitas :
  • Kriteria Pengujian Uji Homogenitas :
  • Nilai Based On Mean > 0.05 berkesimpulan Varian Data Homogen atau asumsi Uji Homogenitas sudah terpenuhi.
  • Nilai Based On Mean < 0.05 berkesimpulan Varian Data Tidak Homogen atau asumsi Uji Homogenitas tidak terpenuhi.
  • Interpretasi Uji Homogenitas :

Diketahui nilai Sig. Based On Mean sebesar 0.872 (>0.05) maka bisa disimpulkan bahwa Varian Data Homogen, artinya asumsi uji homogenitas sudah terpenuhi.

  • Selanjutnya Output SPSS untuk Uji TWO WAY ANOVA :
  • Kriteria Pengujian Uji TWO WAY ANOVA :
  • Nilai > 0.05 berkesimpulan Tidak ada pengaruh atau tidak ada perbedaan secara signifikan.
  • Nilai < 0.05 berkesimpulan Ada pengaruh atau perbedaan secara signifikan.
  • Interpretasi Output Uji TWO WAY ANOVA:

Diketahui Nilai Sig. pada Variabel jenis Kelamin sebesar 0.440, nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (0.440 > 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan penggunaan jam kerja berdasarkan jenis kelamin. Selanjutanya untuk Variabel Jenis Pekerjaan memiliki nilai Sig. sebesar 0.000, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0.000 < 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan secara signifikan penggunaan jam kerja berdasarkan jenis pekerjaan. Lalu untuk variabel interaksi memiliki nilai Sig. sebesar 0.038, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0.038 < 0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada interaksi antara jenis kelamin dengan jenis pekerjaan  dalam penggunaan jam kerja.

LINK VIDEO TUTORIAL AS28 GROUP

UJI ANOVA SPSS

UJI TWO WAY ANOVA SPSS

UJI MANOVA SPSS

REPEATED MEASURE ANOVA SPSS

ANCOVA SPSS

MANCOVA SPSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *