Uji Wilcoxon tergolong ke dalam Uji Komparasi yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang berpasangan atau untuk menganalisis data yang tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Uji Wilcoxon juga merupakan alternatif dari Uji Paired T Test.
Uji Wilcoxon termasuk ke dalam statistik non parametrik dan skala data yang digunakan yaitu data kualitatif (ordinal) ataupun bisa menggunakan data interval atau rasio (data tidak normal), selain itu karakteristik data yang digunakan yaitu data sebelum dan sesudah. Uji Wilcoxon juga dikenal sebagai uji tanda tanda, merupakan salah satu metode statistik yang paling umum digunakan dalam penelitian yang melibatkan data berpasangan. Metode ini memungkinkan perbandingan antara dua kelompok yang berpasangan, seperti sebelum dan sesudah intervensi, atau antara dua pengukuran yang diambil pada waktu yang berbeda terhadap subjek yang sama.
Salah satu keunggulan utama uji Wilcoxon adalah kemampuannya untuk mengatasi asumsi distribusi normal. Dalam statistika parametrik, asumsi distribusi normal sering kali menjadi kendala dalam analisis data. Uji Wilcoxon tidak memerlukan asumsi ini dan tetap efektif dalam situasi di mana data tidak terdistribusi secara normal. Prinsip dasar uji Wilcoxon adalah dengan mengurutkan seluruh pasangan data pengamatan dan kemudian membandingkan perbedaan antara pasangan tersebut. Metode ini mengabaikan nilai sebenarnya dari data pengamatan, tetapi fokus pada perbedaan antara pasangan data. Dengan demikian, uji Wilcoxon lebih tahan terhadap efek perbedaan ekstrim pada pengamatan individu.
KELEBIHAN & KEKURANGAN UJI WILCOXON
Uji Wilcoxon memiliki beberapa kelebihan, diantaranya :
Selain memiliki kelebihan, Uji Wilcoxon juga memiliki kekurangan, diantaranya :
Dalam memilih metode statistik yang tepat, penting untuk mempertimbangkan karakteristik data Anda, tujuan analisis, dan pertimbangan statistik yang relevan. Uji Wilcoxon merupakan pilihan yang baik ketika data tidak memenuhi asumsi distribusi normal atau ketika Anda ingin membandingkan dua kelompok yang berpasangan dalam skala ordinal atau non-parametrik. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan kekurangan dan batasan metode ini sebelum menggunakannya.
Diketahui nilai Asymp. Sig (2-tailed) kedua data (Before dan After) kurang dari 0.05 (<0.05) maka bisa disimpulkan bahwa data yang digunakan (Before dan After) tidak berdistribusi normal dengan kata lain asumsi uji normalitas tidak terpenuhi. Penggunaan uji kolmogorof smirnov dikarenakan jumlah data yang dipakai lebih dari 50 (>50). Setelah mengetahui bahwasanya asumsi normalitas data tidak terpenuhi, maka bisa lanjut ke Uji Wilcoxon.
Diketahui nilai Asymp. Sig. (2-Tailed) sebesar 0.007 (<0.05) maka bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan secara signifikan antara data before dan data after.