UJI VALIDITAS PEARSON PRODUCT MOMENT

KONSEP DASAR UJI VALIDITAS
PEARSON PRODUCT MOMENT

Uji Validitas Pearson Product Moment bisa juga di sebut dengan Uji Validitas Pearson Correlation atau lebih singkatnya Uji Validitas Pearson. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah indikator atau suatu item yang digunakan dalam kuesioner itu layak digunakan atau tidak. Indikator atau suatu item dalam kuesioer harus di uji terlebih dahulu, sebelum disebarkan kepada responden penelitian, uji yang digunakan yaitu uji validitas.

 

Ada beberapa metode dalam uji validitas, salah satunya yaitu Uji Validitas Pearson Product Moment, dimana pada hakekatnya uji validitas ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan semua item dengan skor total.

CARA UJI VALIDITAS PEARSON PRODUCT MOMENT DI SPSS:

  • Siapkan tabulasi data di Excel, lalu input data atau masukan data ke SPSS pada Page Data View.
  • Jangan lupa isikan juga pada Page Variable View.
  • Selanjutnya lakukan analisis data, dengan cara pilih menu Analyze – Correlate – Bivariate.
  • Muncul kotak dialog, seperti ini 
  • Masukan semua item dan skor total, ke kolom sebelah kanan (Variables), lalu pilih OK
  • Keluar Output SPSS untuk Uji Validitas Pearson Product Moment
  • Poin Penting dalam Uji Validitas ini, kawan-kawan semua bisa fokus pada kolom berwarna merah.
  • Sebelum melakukan analisis atau penarikan kesimpulan dalan uji validitas pearson, kawan-kawan semua harus mengetahui tentang kriteria pengujian dalam uji validitas pearson product moment.

KRITERIA PENGUJIAN UJI VALIDITAS PEARSON (ALPHA 5%):

  • Nilai Asymp. Sig < 0,05 berkesimpulan Valid
  • Nilai Asymp. Sig > 0,05 berkesimpulan Tidak Valid
  • Nilai R Hitung (Pearson Correlation) > R Tabel 5% berkesimpulan Valid
  • Nilai R Hitung (Pearson Correlation) < R Tabel 5% berkesimpulan Tidak Valid

 

NOTE :

Jumlah data yang digunakan dalam contoh sebanyak 50 data, maka R Tabel (Alpha 5%) yang di peroleh sebesar 2,79.

  • BERIKUT R TABEL ACUAN 5% :

REKAPITULASI HASIL UJI VALIDITAS PEARSON

NOTE :

Jika ada item yang tidak valid, baiknya item tersebut digugurkan saja atau di eliminasi, tapi jika ingin menggunakan suatu item di kuesioner secara utuh dan mendapakatkan hasil ada yang tidak valid, alangkah baiknya bisa menyebar angket kuesioner secara ulang, atau bisa melebihkan jumlah data yang di dapat.

Contoh : dengan jumlah sample 50, pihak peneliti bisa menyebar angket kuesioner sebanyak 60 atau 70 data, tujuannya agar mengantisipasi ada item yang tidak valid.

LINK VIDEO TUTORIAL AS28 GROUP

UJI VALIDITAS PEARSON PRODUCT MOMENT DENGAN SPSS :

UJI VALIDITAS & UJI RELIABILITAS DENGAN SPSS :

UJI VALIDITAS & UJI RELIABILITAS DENGAN MS. EXCEL :

CARA MENGATASI DATA TIDAK VALID DAN TIDAK RELIABEL DI SPSS :

CARA MENGATASI DATA TIDAK VALID (DATA CONSTANT) DI SPSS :